2 Santri Ketahuan Bobol Sekolah Sama Penjaga Sekolah

2 Santri Ketahuan Bobol Sekolah Sama Penjaga Sekolah – Dua santri ditangkap Polsek Ngunut Tulungagung. Kedua-duanya dikira mendobrak salah satunya sekolah. Pemeran memakai penjepit kertas buat buka kunci pintu sekolah.

Kanit Reskrim Polsek Ngunut Iptu Heri Purwanto, mengemukakan ke dua pemeran yg ditangkap yaitu S (17) penduduk Blitar serta P (13) penduduk Lampung. Ke dua santri salah satunya ponpes di Ngunut itu tepergok penjaga SMPN 3 Ngunut kala bersembunyi di atas lemari sekolah.

” Terbongkarnya perkara pencurian ini berasal kala ke dua pemeran lebih kurang waktu 19. 00 WIB masuk ke area Tata Upaya (TU) . Kedua-duanya buka kunci pintu dengan penjepit kertas, ” kata Kanitreskrim Polsek Ngunut Iptu Heri Purwanto, Senin (15/7/2019) .

Setelah itu pemeran bersembunyi dalam area TU sembari tunggu keadaan aman sembari memonitor tujuan yg bakal dibawa kabur. Akan tetapi tak berlalu lama, penjaga sekolah pun masuk ke area TU buat ambil bantal buat beristirahat.

” Pemeran bersembunyi di atas lemari, nah dan bantal yg dicari penjaga sekolah kebetulan pun di atas lemari, sampai perbuatan ke dua pemeran kedapatan, ” pungkasnya.

Hasil dari pengecekan, pemeran mengakui 5 kali melaksanakan perbuatan pencurian di SMPN 3 Ngunut serta sukses bawa kabur pelbagai barang dimulai dari pc jinjing, uang tunai sampai jajanan di kantin sekolah.

” Uang hasil pencurian itu dimanfaatkan buat jajan serta juga ada yg dimanfaatkan buat beli HP, ” ujarnya.

Heri memperjelas, perkara pencurian yg dilaksanakan banyak pemeran termasuk rapi. Dikarenakan buat buka kunci pintu tidaklah sampai melaksanakan perusakan, akan tetapi kedua-duanya cukup memanfaatkan penjepit kertas.

” Pengetahuan memanfaatkan penjepit kertas itu diterima oleh pemeran dari YouTube, kelihaian mereka cukup rapi serta tidaklah sampai menyebabkan kerusakan kunci, ” kata Heri.

Bahkan juga polisi pernah curiga perbuatan pencurian yg berlangsung awal mulanya malahan dilaksanakan oleh orang dalam. Mengingat tak ada sisa congkelan serta kehancuran pada pintu sekolah.

” Nyata-nyatanya dilaksanakan oleh pemeran beberapa anak ini gunakan penjepit kertas, ” ujarnya.

Kanit reskrim memberi tambahan berkenaan perkara pencurian oleh ke dua bocah itu, polisi lebih menentukan melaksanakan diversi atau peralihan penyelesaian masalah anak proses dari peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, sesuai sama dalam Clausal 1 angka 7 UU No 11 Tahun 2012 terkait Metode Peradilan Pidana Anak.

” Ini hari barusan udah kami lalukan proses perantaraan dari semua pihak, ada faksi sekolah, orang-tua pemeran, dinas sosial, dinas pendidikan ataupun instansi lain yg berotoritas, ” kata Heri.

Hasilnya, penyidik bakal menyerahkan ke dua pemeran buat dilaksanakan pembinaan oleh orang-tua semasing. Sampai dikehendaki banyak pemeran tak lagi mengulang-ulang tingkah lakunya serta dapat menyambung sekolahnya.

” Mereka ini orang tuanya broken home, sampai diperlukan perlakuan dengan cara mental, ” ujarnya.