Home / berita umum / 4 Perampas Mobil Taksi Online di Sidoarjo Berhasil Diringkus

4 Perampas Mobil Taksi Online di Sidoarjo Berhasil Diringkus

4 Perampas Mobil Taksi Online di Sidoarjo Berhasil Diringkus – Polisi sukses menyingkap perkara perampasan mobil taksi online di lokasi Sidoarjo. Aktor mengawali laganya dengan berpura-pura membeli service taksi online.

Dari info polisi, awalannya aktor membeli taksi online. Aktor yang sejumlah 4 orang lalu share pekerjaan. Dua orang tunggu di lokasi Bungurasih, Kecamatan Waru. Demikian taksi online yang dipesan datang, dua aktor berbeda membuntuti mobil itu dengan mengendarai mobil Xenia hitam nopol N 1430 F.

Dua aktor yang berpura-pura menumpang taksi online ialah Herianto (27) serta Bedri (46), sedang dua aktor yang membuntuti taksi online ialah Slamet (34) serta Pahurosi (46).

” Kala ada di Jalan Trosobo, mobil Grab punya korban dirampas. Lalu mulut serta tangan korban diikat serta dibawa ke mobil punya terduga. Kecuali diikat, korban juga dianiaya terlebih dulu, ” kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris terhadap wartawan, Selasa (28/8/2018).

Harris meneruskan, ke empat aktor meneruskan perjalanan serta berpisah di Simpang Empat Krian. Korban terus dibawa ke daerah Kasembon, Kabupaten Malang serta dibuang disana.

” Dompet korban bersama uangnya juga diambil oleh terduga. Sesaat data indentitasnya korban dibakar oleh terduga, ” lebih Harris.

Dari pernyataan beberapa terduga, ini ialah tindakan yang mereka kerjakan buat ke dua kalinya. Mobil hasil rampasan itupun sempat di jual seharga Rp 24 juta lantas dibagi rata.

Perampokan ini dapat udah direncanakan awal mulanya, serta setiap kali kerjakan laganya, mereka tetap berganti-ganti group.

Hal semacam ini disadari salah satunya terduga, Pahurosi. ” Saya yang dibawa mereka, ujarnya dibawa bekerja, ” jelasnya.

Sekali berlaga, Pahurosi memperoleh sisi sejumlah Rp 2 juta.

Buat mempertanggungjawabkan tindakannya, ke empat aktor diancam dengan hukuman penjara maksimum 5 tahun. ” Terduga ini dapat dijaring dengan kasus 365 KUHP, dengan ancaman maksimum 5 tahun penjara, ” jelas Harris.

About penulis