Rumah Sitaan KPK Milik Djoko Susilo Segera Jadi Museum Batik Usai Kasasi Ditolak

Rumah Sitaan KPK Milik Djoko Susilo Segera Jadi Museum Batik Usai Kasasi Ditolak – Keluarga bekas Kepala Korps Lantas Lintas Polri (Kakorlantas) Irjen Djoko Susilo tidak punya hak atas kepemilikan rumah di Jalan Pemuka Kemerdekaan Nomer 70, RT 01 RW V, Kelurahan Sondakan, Laweyan, Solo. Lantaran, tuntutan yg dilaksanakan putri Djoko Susilo, Poppy Femialya, tidak diterima Mahkamah Agung (MA) .

Rumah sitaan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) seluas 3. 077 mtr. persegi bergaya Jawa-Eropa itu, memang sempat dihibahkan pada Pemerintah Kota Solo, sejak mulai 17 Oktober 2017 waktu lalu. Akan tetapi sejalan berjalannya tuntutan ke MA, rumah itu tak dapat difungsikan Pemkot Solo, jadi museum batik.

Pengamatan merdeka. com di area, pada pintu penting terpampang papan yg berisi pengumuman kalau rumah itu yakni punya Poppy Femialya. Pintu gerbang rumah yg dikelilingi tembok setinggi 3 mtr. itu pula tertutup rapat. Suatu barikade besi berwarna kuning pula nampak tutup pintu penting.

Pada papan nama pula terdaftar basic hukum yg dirasa memperkuat kepemilikan Poppy pada rumah modern itu. Papan dipasang oleh kuasa hukum Poppy, YAR Law Firm Attorneys At Law.

Menyikapi ditolaknya kasasi Poppy itu, Pemkot Solo mengakui selekasnya menggunakan rumah seperti gagasan mula-mula. Kepala Dinas Kebudayaan Surakarta, Kinkin Sultanul Hakim menyampaikan, pihaknya selekasnya bekerjasama dengan Sisi Hukum Pemkot Solo untuk memastikan langkah seterusnya.

” Pemkot dapat menganggarkan dana untuk mewujudkan gagasan kita membuat rumah itu jadi museum batik. Sampai kini pemkot masihlah tunggu proses hukum yg terjadi, ” kata Kinkin, Jumat (26/4) .

Rumah itu sejak mulai Februari 2013 lantas jadi sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) . Djoko Susilo didapati terjebak masalah korupsi pemasokan simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) .