Tukang Sampah Ini Tak Perlu Gelar Acara untuk Umumkan Pencalonannya Sebagai Caleg

Tukang Sampah Ini Tak Perlu Gelar Acara untuk Umumkan Pencalonannya Sebagai Caleg – Tukang sampah Dwi Hariyadi yakin diri berubah menjadi seseorang calon legislatif lantaran terasa udah diketahui beberapa orang. Dia terasa diketahui di lingkungannya lantaran udah 23 tahun berubah menjadi tukang sampah.

Dwi Hariyadi berubah menjadi tukang sampah di lokasi RW 14, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Tiap-tiap pagi Dwi ambil sampah dari 350 kepala keluarga yang ada di lingkungan tempat tinggalnya itu.

” Saya udah 23 tahun jadi tukang sampah untuk RW 14. Pastinya semua kenal saya lewat cara pribadi begitupun dengan situasi keluarga saya, ” tutur Dwi di kediamannya, Senin (18/3/2019) .

Menurut Dwi, pekerjaan itu cukuplah menguntungkan buat dirinya sendiri yang tengah mencalonkan diri menjadi anggota legislatf di DPRD Kota Malang. Dia mengatakan tak perlu mengelar acara untuk menginformasikan penyalonannya yang memerlukan biasa relatif besar.

” Jika hingga sampai kumpulkan orang pasti dibutuhkan biayanya besar, saya jelas nggak bisa. Tetapi orang terutama di lokasi Madyopuro telah banyak kenal saya, serta konsentrasi saya disana saja. Orang kenal dari tukang sampahnya serta aktif di Linmas, ” tambah bapak tiga anak itu.

Ketentuan Dwi maju menjadi calon legislatif sebelumnya mencengangkan beberapa orang, termasuk juga keluarganya sendiri. Tetapi Dwi bersukur lantaran terdapat banyak orang yang yang selanjutnya pengen menolong. Seperti memberikan alat peraga kampanye (APK) dan sebagainya.

Dwi memberikan, banyaknya lis pemilih konsisten (DPT) di lingkungan RW 14 raih hampir 700 orang. Itu membuat Dwi berkesempatan mencapai nada banyak bermodal kepopuleran menjadi tukang sampah.

” Maka itu saya konsentrasi di Madyopuro, lantaran banyaknya DPT di RW 14 ada 690 lebih. Tetapi ada tiga calon legislatif berasal pada sebuah RW, saya, kawan calon legislatif satu partai serta calon legislatif dari partai politik beda. Tetapi pada sebuah Dapil Kedungkandang, banyak cukuplah banyak calon legislatif yang maju dari beberapa partai politik, ” jelas sarjana pendidikan IKIP Budi Utomo ini.

Dwi mengatakan tak mempunyai ambisi besar untuk jadi legislator. Ia cuma ingin menunaikan tujuannya di dalam terbatasnya dana, dan menyerahkan semua terhadap takdir.